Saat kunjungan saya ke kota Bandung, saya melihat seorang anak kecil yang sedang minta-minta di sebuah lampu merah, saya sangat miris melihat anak tersebut, karena dia masih kecil yang seharusnya berada di sekolah untuk mendapatkan ilmu dan pendidikan, karena hal tersebut di dalam hati saya bertanya, mengapa dia seperti itu? karena saya begitu penasaran saya yang melihatnya beristirahat langsung menghampiri, saya bertanya beberapa hal kepada dirinya dan dia pun menceritakan semua yang menjadi semua pertanyaan saya saat itu.
Untuk itu dalam posting saya kali ini, saya akan menceritakan tentang seorang anak yang terpaksa menjadi pengemis karena faktor kehidupan, dengan harapan supaya kita menjadi lebih bersyukur kepada tuhan atas kehidupan yang masih di berikan tuhan sampai saat ini, dan semoga setelah membaca posting saya kali ini kita tidak menjadi seorang yang kufur akan nikmat, karena masih banyak orang disana yang tidak seberuntung kita. . .
MALAIKAT KECIL BERANGAN BESAR
Namanya adalah Siti, Siti adalah seorang anak yang terlahir dari sebuah keluarga yang tidak mampu, Siti hidup tanpa kasih sayang seorang ayah karena dari ia bayi ayahnya sudah meninggal dunia, dan kini ia hanya tinggal dengan seorang ibu yang sudah tidak bisa berbuat-apa karena ibunya sakit dan sudah lama berbaring di tempat tidur.
Setiap hari Siti selalu meminta-minta di sebuah lampu merah, hasil dari minta-minta Siti gunakan untuk makan dan jajan ia tiap hari bahkan jika pendafatannya lumayan banyak ia sempatkan untuk menabung, karena Siti termasuk orang yang rajin ia menabungkan uangnya itu dengan harapan bisa membawa ibunya berobat dan untuk ia bisa sekolah kelak.
Siti mempunyai cita-cita yang sangat mulia, ia ingin menjadi seorang guru, karena ia tau pendidikan itu sangat penting, oleh karena itu walaupun Siti tidak sekolah ia selalu belajar di waktu senggangnya ia bekerja, bahkan setiap hari setiap bekerja ia selalu membawa buku yang sudah lecek dan kotor yang ia temukan di tempat sampah untuk modalnya belajar, mungkin untuk sebagian orang buku tersebut sudahlah tidak berguna tapi menurut Siti buku itu adalah harta yang sangat berharga, karena ia berfikir buku itu bisa menolong dirinya untuk keluar dari dunia jalanan yang selama ini ia diami, karena ia tahu bahwa buku adalah gudang ilmu dan dengan ilmu manusia bisa hidup berhasil.
Sebenarnya siti tidak menginginkan kehidupan yang sekarang ia jalani, ia ingin bersekolah seperti anak-anak yang lainnya, tapi mau gimana lagi ia hanya seorang anak kecil yang hanya bisa bermimpi dan berangan untuk kehidupannya yang lebih baik di masa yang akan datang.
No comments:
Post a Comment